Fenomena Indah Langit Bulan Oktober 2020

Langit bulan Oktober 2020 menyajikan pemandangan tertentu yang menarik untuk diamati. Fenomena alam pun terjadi secara berkala dan teratur dalam lingkup antariksa, sehingga dapat diperkirakan waktu kejadiannya. Berikut ini adalah beberapa kejadian luarbiasa di langit pada bulan Oktober 2020 ini.

1. Dua kali purnama dalam sebulan

Diperkirakan terjadi pada tanggal 2 dan 31 Oktober, bulan terbit sejak matahari terbenam sampai fajar tiba. Kondisi yang pas bila ingin melihat wajah rembulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, bulan akan terbit semakin malam.

2. Hujan meteor

8 Oktober – Hujan Meteor Draconid

Hujan meteor minor yang tampak datang dari rasi Draco ini akan berlangsung dari tanggal 6 – 10 Oktober. Puncaknya tanggal 8 Oktober dengan laju 10 meteor per jam. Hujan meteor Draconid berasal dari sisa debu komet 21P Giacobini-Zinner. Hujan meteor ini bisa dinikmati setelah Matahari terbenam sampai rasi Draco terbenam pukul 21:32 WIB.

Bulan baru terbit pukul 22:52 sehingga tidak akan mengganggu pengamatan dengan cahayanya. Rasi Draco bisa ditemukan di arah utara. Agak sulit untuk menemukan rasi yang satu ini karena posisinya yang cukup rendah di horison. carilah lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya untuk berburu meteor Draconid.

10 Oktober – Hujan Meteor Taurid Selatan

Hujan meteor Taurid berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke, berlangsung sejak 10 September – 20 November dan tidak pernah menghasilkan lebih dari 5 meteor per jam. Menariknya, hujan meteor taurid ini kaya dengan bola api.

Puncak hujan meteor yang tampak datang dari rasi Taurus berlangsung tanggal 10 Oktober, hanya dengan 5 meteor per jam yang lajunya hanya 28 km/detik. Hujan meter Taurid bisa diamati setelah Matahari terbenam saat rasi Taurus juga terbit di arah timur sampai jelang fajar saat rasi ini akan terbenam di barat.

Hujan meteor Taurid Selatan bisa diamati tanpa ada gangguan cahaya yang dipantulkan Bulan sampai tengah malam, ketika Bulan kuartir terakhir terbit. Pada saat yang sama, rasi Taurus yang jadi arah datang hujan meteor ini sudah berada di titik tertitingginya di langit dan bisa menampilkan atraksi meteor yang menarik untuk diamati.

11 Oktober – Hujan Meteor delta Aurigid

Hujan meteor delta Aurigid berlangsung dari 10 – 18 Oktober dan mencapai puncak dengan 3 meteor per jam pada tanggal 11 Oktober. Tampak datang dari rasi Auriga, hujan meteor delta Aurigid bergerak dengan kecepatan 64 km/detik. Masih belum diketahui asal hujan meteor Aurigid.

Hujan meteor Aurigid bisa diamati setelah rasi Auriga berada di atas horison mulai pukul 22:26 WIB sampai fajar menyingsing. Bulan kuartir terakhir yang terbit tengah malam akan jadi polusi cahaya utama bagi pengamatan.

20-21 Oktober – Hujan Meteor Orionid

Hujan meteor Orionid yang berasal dari sisa debu komet Halley akan kembali menghiasi langit malam dari 2 Oktober sampai 7 November. Sesuai namanya, hujan meteor Orionid tampak muncul dari rasi Orion si Pemburu dan mencapai puncak pada tanggal 21 Oktober.

Saat malam puncak, pengamat bisa menikmati 25 meteor per jam yang melaju dengan kecepatan 66 km/detik. Rasi Orion terbit pukul 22:14 WIB di arah timur dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. Bulan kuartir pertama yang terbenam sebelum Orion terbit, tidak akan menjadi sumber polusi cahaya yang mengganggu pengamatan.

3. Jarak terdekat mars ke bumi pada bulan ini

Mars akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi dan tampak sebagai titik merah terang di langit malam. Saat oposisi, Mars berada pada jarak 0,42 AU atau sekitar 63 juta km dengan kecerlangan -2,6 magnitudo dan diameter piringan lebih besar yakni 22,3 detik busur.

Jangan kuatir, Mars tidak akan tampak sebesar Bulan. Tidak ada Bulan kembar. Planet merah ini akan mudah ditemukan di rasi Pisces sebagai titik merah terang ditemani Bulan purnama di rasi Aquarius.

4. Kampanye Langit Gelap

Pada 8-17 Oktober, Kampanye Globe at Night untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 8 – 17 Oktober. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye bulan Oktober, para pengamat di belahan utara bisa mengamati rasi Cygnus dan rasi Pegasus sementara pengamat di belahan selatan diajak untuk mengamati rasi Grus dan rasi Pegasus. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

sumber: diambil dari langitselatan.com

#rancaekek #beritarancaekek #beritarck #langit #hujanmeteor #purnama

Bagikan postingan via:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *